-->

Buku Pelajaran Sekolah Bakal Di Rombak, Begini Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim

Buku Pelajaran Sekolah Bakal Di Rombak, Begini Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim

Urgensi.id -  Demi meningkatkan kemampuan tingkat membaca siswa di Indonesia, Mendikbud Nadiem Makarim memiliki rencana dengan merombak isi buku pelajaran. Kondisi ini didasari atas penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) yang menyebutkan bahwa para siswa di Indonesia sebagian  besar mendapatkan skor rendah dalam kemampuan membaca dibandingkan dengan matematika dan sains.

Baca juga: Dampak Wabah Corona Terhadap Pendidikan, Begini Kebijakan Mendikbud Terbaru

Dikutip dari Tempo, Nadiem Makarim menegaskan bahwa peningkatan literasi harus dengan mengubah paradigma. Selama ini buku yang digunakan di sekolah-sekolah hanya berfokus pada buku paket pembelajaran dan kurikulum. Hal yang lebih penting diantara semua itu sebenarnya dengan menerapkan bagaimana siswa mencintai membaca.

Lebih lanjutnya, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia selama ini tebagi menjadi tiga fokus, yakni literasi, gramatika dan kosa kata. Langkah ke depan, Nadiem hanya ingin fokus ke literasi. Bayangannya pada konten pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan buku yang menyenangkan, menarik, relevan untuk jenjang masing-masing siswa.

Berkiatan dengan sistem penilaian, kompetensi pemebajaran di masing-masing daerah juga akan diubah. Hal ini menyesuaikan dengan ujian nasional (UN) yang telah ditiadakan.

Penilaian ini terdapat perbedaan dengan UN. Pertama adalah adanya Assessmen di tingkat SD, SMP, SMA dengan standar yang sama di semua daerah, namun dengan sampling siswa di setiap sekolah saja.

Baca juga: 30 Persen Guru Tidak Sesuai Kompetensi Mengajar di Indonesia, Begini Kata Mendikbud

Selain perubahan tersebut, Mendikbud juga bakal melakukan kebijakan penyederhanaan terhadap kurikulum yang berlaku saat ini di setiap jenjang pendidikan. Beban pada konten pelajaran akan di turunkan, sehingga tidak akan memberatkan baik untuk guru maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Semua ini masih dalam kajian oleh tim.

Perlu diketahui bahwa PISA merupakan salah satu ujian yang diorganisasi oleh OECD (Organisation for Economic Coorperation and Development). Tugasnya sebagai evaluator sistem pendidikan yang ada di dunia. Langkah yang dilakukan dalam penyelenggaraan evaluasi yakni dengan memilih secara acak siswa usia 15 tahun untuk ikut kompetensi dasar, diantaranya membaca, maematika, dan sains.
Partisipasi Indonesia dalam penilaian PISA telah dievaluasi sejak tahun 2001. Pada setiap siklus, terdapat 1 domain major sebagai fokus studi. PISA tidak hanya memberikan informasi tentang "benchmark" Internasional, tetapi juga informasi mengenai kelemahan serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Sumber: Tempo.co

Baca juga: Panduan Membuat Soal Online dan Penilaian Langsung Otomatis Keluar

Demikianlah artikel update tentang pendidikan terkini berjudul Buku Pelajaran Sekolah Bakal Di Rombak, Begini Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim. Semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. [ash]

Tags :

bm
Redaksi: Urgensi.id

Media Kekinian Dengan Beragam Informasi Penting. Redaksi menerima berbagai macam tulisan. Kirimkan tulisanmu ke email: urgensi.id@gmail.com

Post a comment